kutatap semakin akrab
didasar selembat kertas putih
duhai,
tanpa senyum menyapa :
"masihkah diwajahmu kemudaan ?"
kerut entah sedalam apa
tak ku temukan
melipat keningnya
aku jadi ragu !
"benarkah kau aku ?"
betapa putih giginya
tersenyum
tapi kuraba tiada
duhai,
kemana tanggalnya
mungkinkah bersama rambut putihku
yang rontok tiap terhembus angin