Seperti bermain catur kita saling menekak
Setiap setapak jalan,
Sedang, ladang kita biarkan kering
Tanpa sebatangpun tumbuh tanaman
Kita lebih suka sesama kita mati
Daripada bersama hidup
Maju kedepan bagai berbaris,
Itulah masing-masing hati
Tiada sedia digaduh
Sekalipun dengan tepuk unjuk keriangan
Tapi bilamana sepi menyergap kita
karena keperkasaan,
Berartikah kemenangan ?
Sebab kita mesti melolong
dan lolong kita sumbang kehilangan gema
9/83
Sunday, 28 June 2015
SENJA LANGIT MALAM
Merataplah langit senja
Sebab matahari pergi
Tanpa menggores sebilur kesan
Menangislah langit senja
Sbab bulan yang diharap
Tak jadi datang
Tapi dikaki baratnya
Awan yang sempat menguning
Membentuk sebayang wajah
Untuk siapa
Tersenyum,
Pada siapa
Sedang cahaya di bawahnya
Kian lindap dalam petang
Menelan gunung
Menelan pedesaan
bl,5/80
Sebab matahari pergi
Tanpa menggores sebilur kesan
Menangislah langit senja
Sbab bulan yang diharap
Tak jadi datang
Tapi dikaki baratnya
Awan yang sempat menguning
Membentuk sebayang wajah
Untuk siapa
Tersenyum,
Pada siapa
Sedang cahaya di bawahnya
Kian lindap dalam petang
Menelan gunung
Menelan pedesaan
bl,5/80
Subscribe to:
Posts (Atom)