jika marah menjadi batu
kita disuruh memilih
menyerah atau mati
jika diatas kehilangan langit
kita tak bisa berharap
membangun bumi dan
diri sendiri
jika luas bumi digenangi kebencian
kita tak bisa menemukan
kebenaran
kita adalah manusia
jika kedamaian
di atas segala-galanya
Showing posts with label KUMPULAN SAJAK. Show all posts
Showing posts with label KUMPULAN SAJAK. Show all posts
Friday, 27 May 2016
JANGAN MENANGIS
jangan bersedih
apabila gerimis merendah
redakanlah gelebah
jikalau matahari menyerah
jangan menangis
ombak memenggal musim semi
layar tercabik pada aris
hanya melabuh dikanal-kanal sepi
tidak-tidak
walau tampak kapalku rupak
kukulum bahagia, kusepah derita
setia mengejar bayang_Mu
sampai senja memecah
sampai darahku tumpah
walaupun kemudian kujejak
jalanan hanya duri
kota tanpa bunyi
; banjir dalam hati
apabila gerimis merendah
redakanlah gelebah
jikalau matahari menyerah
jangan menangis
ombak memenggal musim semi
layar tercabik pada aris
hanya melabuh dikanal-kanal sepi
tidak-tidak
walau tampak kapalku rupak
kukulum bahagia, kusepah derita
setia mengejar bayang_Mu
sampai senja memecah
sampai darahku tumpah
walaupun kemudian kujejak
jalanan hanya duri
kota tanpa bunyi
; banjir dalam hati
DARI JENDELA
dari jendela, rerantingan ranggas
genting-genting pecah, tanah rekah sehabis
diguncang, selembar langit kelam
kabel-kabel menyerah, wajah-wajah suram
semakin pias sehabis dirajam
dari jendela angin yang diam
percakapan bungkam dari radio
yang dimatikan
orkestra mendayu mendadak hilang
dan menjadikan celingukan
mencari-cari isyarat dari seluruh cakap
dari mulut-mulut bungkam
rindu dengan-Nya berdekap,
entah kapan
melengkap
genting-genting pecah, tanah rekah sehabis
diguncang, selembar langit kelam
kabel-kabel menyerah, wajah-wajah suram
semakin pias sehabis dirajam
dari jendela angin yang diam
percakapan bungkam dari radio
yang dimatikan
orkestra mendayu mendadak hilang
dan menjadikan celingukan
mencari-cari isyarat dari seluruh cakap
dari mulut-mulut bungkam
rindu dengan-Nya berdekap,
entah kapan
melengkap
Thursday, 26 May 2016
SAJAK BUAT SI DIA
Pernah kau tanam setubuh bunga dalam pot gantungmu.
Entah harinya aku tak ingat, hanya kala kutau
pupuk yang kau taburkan adalah pasir ranum cintamu.
Sejak pertama kau serahkan,
bunga itu ku ajang pada dinding teras dadaku.
Hingga kini,
setiap deti bersiramkan percik-percik sejuk air jantungku.
Tapi.............................................................
Kau tau sendiri bukan,
jeruji besi memagar kamu.
Mana bisa tubuh alit ini menguak,
menyampaikan sekilankabar kesetiaan,
walau aku tak yakin kau harap atau tidak.
Ya, tak apalah.........................................
Angin masih terus membelai bumi.... menghampiriku,
yang barangkali sudi membawa sebuah bilangku
Entah harinya aku tak ingat, hanya kala kutau
pupuk yang kau taburkan adalah pasir ranum cintamu.
Sejak pertama kau serahkan,
bunga itu ku ajang pada dinding teras dadaku.
Hingga kini,
setiap deti bersiramkan percik-percik sejuk air jantungku.
Tapi.............................................................
Kau tau sendiri bukan,
jeruji besi memagar kamu.
Mana bisa tubuh alit ini menguak,
menyampaikan sekilankabar kesetiaan,
walau aku tak yakin kau harap atau tidak.
Ya, tak apalah.........................................
Angin masih terus membelai bumi.... menghampiriku,
yang barangkali sudi membawa sebuah bilangku
DUNIA ANTARA KITA
kersip yang mana kerdipmu
kerdip yang mana, kerdipku
kerdip biru yang dilangit
biru
terang yang mana terangmu
terang yang mana, terangku
terang benerang yang di siang
jinglang
mestikah kita berbeda ?
memang harus berbeda
bahkan kita bermusuh ?
memang harus bermusuh
demi adanya kalah
menang serampung perang
tawa yang mana tawamu
tawa yang mana, tawaku
tawa gerai yang ditengah
ramai
kata yang mana katamu
kata yang mana, kataku
kata latah yang didalam
larva
mestikah kita sama ?
memang harus sama
bahkan kita serupa
demi suksesnya saing
rengkuh gegayuh pupuh
kerdip yang mana, kerdipku
kerdip biru yang dilangit
biru
terang yang mana terangmu
terang yang mana, terangku
terang benerang yang di siang
jinglang
mestikah kita berbeda ?
memang harus berbeda
bahkan kita bermusuh ?
memang harus bermusuh
demi adanya kalah
menang serampung perang
tawa yang mana tawamu
tawa yang mana, tawaku
tawa gerai yang ditengah
ramai
kata yang mana katamu
kata yang mana, kataku
kata latah yang didalam
larva
mestikah kita sama ?
memang harus sama
bahkan kita serupa
demi suksesnya saing
rengkuh gegayuh pupuh
Wednesday, 16 September 2015
FOTO
kutatap semakin akrab
didasar selembat kertas putih
duhai,
tanpa senyum menyapa :
"masihkah diwajahmu kemudaan ?"
kerut entah sedalam apa
tak ku temukan
melipat keningnya
aku jadi ragu !
"benarkah kau aku ?"
betapa putih giginya
tersenyum
tapi kuraba tiada
duhai,
kemana tanggalnya
mungkinkah bersama rambut putihku
yang rontok tiap terhembus angin
JAWABNYA APA
JAWABNYA APA ?
Tak terduga jika tengah malam itu
ikrar ingkar
bersama redupnya sebuah lampu.
Diluar bintang barat menolong
insan dalam kamar
teralu jauh memanahkan pandang.
Berisik selembar daun-pun
diam tuk berpegang, derik nyinyir
kalap tuk didekap.
maka langut usai jadinya tertimpang
sebuah tanya :
"hidup menuntut apa ?"
Jawabnya apa !
Tak terduga jika tengah malam itu
ikrar ingkar
bersama redupnya sebuah lampu.
Diluar bintang barat menolong
insan dalam kamar
teralu jauh memanahkan pandang.
Berisik selembar daun-pun
diam tuk berpegang, derik nyinyir
kalap tuk didekap.
maka langut usai jadinya tertimpang
sebuah tanya :
"hidup menuntut apa ?"
Jawabnya apa !
Sunday, 13 September 2015
KERINDUAN
Ketika senja perlahan datang
di hadapanku terbeber
nostalgia usang
yang bergerak lembut menggelitik
riang.
Belum jua senja sempurna
di hatiku
seempeng pilu bersarang
melindap sukma.
lalu renungku diayun pada
rerentetan jejak silam,
entah berapa lama.
Ketika tangan lepas berpegang
aku jatuh dalam kelam kerinduan.
di hadapanku terbeber
nostalgia usang
yang bergerak lembut menggelitik
riang.
Belum jua senja sempurna
di hatiku
seempeng pilu bersarang
melindap sukma.
lalu renungku diayun pada
rerentetan jejak silam,
entah berapa lama.
Ketika tangan lepas berpegang
aku jatuh dalam kelam kerinduan.
Sunday, 12 July 2015
HANYA PADAMU KASIH
Yang tercinta, kasih, tersayang
Dibawah tumpuan harapan
Ujung pangkal hidup dalam cinta
Pengikis kala hidup dalam duka
Pelngkap kala hidup terjerat rindu
Yang tercinta, kasih
Dikau dambaan hasrat semata
Penggapai hidup dan cinta kita
Tuk berinjak bersama
Hingga kealam tak fana
Yang tercnta, yang tersayang
Masih bencikh pada aku
Yang selalu bicara tentang,
Peluk dan cium?!... tanda sayang...
Karena cinta,kuharap pengertian.....
Karena kasih,kuharap pendektan.
Karena pilu,kuahrap pelukan.
Karena rindu kuharap ciuman.
Kasih...., kasihku
Maksud hati, bukan tuk menjamahmu..
pada Tuhan, ku bersumpah demi cinta.........
Dibawah tumpuan harapan
Ujung pangkal hidup dalam cinta
Pengikis kala hidup dalam duka
Pelngkap kala hidup terjerat rindu
Yang tercinta, kasih
Dikau dambaan hasrat semata
Penggapai hidup dan cinta kita
Tuk berinjak bersama
Hingga kealam tak fana
Yang tercnta, yang tersayang
Masih bencikh pada aku
Yang selalu bicara tentang,
Peluk dan cium?!... tanda sayang...
Karena cinta,kuharap pengertian.....
Karena kasih,kuharap pendektan.
Karena pilu,kuahrap pelukan.
Karena rindu kuharap ciuman.
Kasih...., kasihku
Maksud hati, bukan tuk menjamahmu..
pada Tuhan, ku bersumpah demi cinta.........
Friday, 10 July 2015
Pada Siapa Aku Bercerita
Pada siapa aku bercerita
Tentang hidup bak di alam suci
Tentang hidup yang tak enggan mati
Tentang hidup 1000 tahun lagi
Tentang bulat tekatnya perang
Tentang Semangat suci pejuang
Tentang puas bangganya menang
Pada siapa aku bercerita
Tentang sedih dukanya rakyat
Tentang jeratan erat melarat
Tentang tulung-mentungnya lintah
ceritaku bukan untuk siapa-siapa
Hanya untuk kuresapi dalam hati..
Tentang hidup bak di alam suci
Tentang hidup yang tak enggan mati
Tentang hidup 1000 tahun lagi
Tentang bulat tekatnya perang
Tentang Semangat suci pejuang
Tentang puas bangganya menang
Pada siapa aku bercerita
Tentang sedih dukanya rakyat
Tentang jeratan erat melarat
Tentang tulung-mentungnya lintah
ceritaku bukan untuk siapa-siapa
Hanya untuk kuresapi dalam hati..
Subscribe to:
Posts (Atom)