Saturday, 12 September 2015

SETELAH SEGALANYA MENJADI JAUH

I. RINDU

rinduku kepada teduh, sembuh dengan sebuah gambar
sebab meski kugapai realitanya;
bukankah telah dibatas jarak
antara tempatku bertahan dengan tempatmu diam ?



II. ADAT

disini semangat tak lagi menolong
sebab setiap hendak mesti diatur
dengan berbagai rumus dan perhitungan,
karenanya aku jadi penurut
yang senantiasa patuh nunggu giliran
sementara pemberontakan setiap sebentar bangkit




III. RESAH

semula aku tak pernah berfikir
bahwa terampil perlu sekali kursus
: itulah kerugianku,
tapi biarkan kutampik sesal
toh telah terlanjur
meski ditengah hiruk
kurasakan betapa resah



IV. TIKUS

aku seorang tikus,
merangkak bersama tikus-tikus yang lain
duh susahnya :
                     mereka amat berisik !
coba bayangkan :
sekedar meraih sisa jemuran uduk basi saja
yang oleh pemiliknya dilupakan,
hiruk mereka mengusik kepulasan

celakanya lagi,
mereka tak terbiasa menyimpan cicit



V. KEKASIH

kekasih,
pada kesendirian didalam rindu
mari kita adukan dunia
nan senantiasa berkabut ;
kenapa mesti Dia lengkapi pula dengan hidup
dan mati ?
sebab selama ini kita cuma mampu melongok
sedang jauh tiada batas
kecuali jarak dan waktu

kekasih,
pada keasingan didalam sepi
mari kita bicarakan hidup
nan senantiasa berhati ;
kenapa mesti Dia polesi pula dengan duka
dan suka ?
sebab selama ini kita cuma mampu mengeluh
sedang kodrat tiada lamis
kecuali nasib dan janji

No comments:

Post a Comment