Saturday, 12 September 2015

KEMUDIAN KIITA DIBATAS JARAK

kemudian dalam genggaman kantuk kucapai muara
sementara engkau barangkali termangu
dihulu sana

di sini tiba-tiba aku dikepung berbagai persoalan,
haruskah kulawan
sedang sadar sepenuhnya pun tidak ?
sedianya aku memang pasrah
sebab kupikir akan lebih baik dari pada kembali dihempas,
tapi spontanitasku berontak ;
                                          "Pasrah berarti kalah, kawan !"
ah, jika saja engkau juga datang
setelah dengan gesit berhasil melipat batas
dan turut campur
atau sekedar bilang ;
                              "Ya, perangilah maka kau menang !"
Betapa kegagahanku kemudian bangkit
dengan seribu sabit didepan terentang.

No comments:

Post a Comment