Friday, 11 September 2015

MATA KULIAH : PEMBINAAN WARGA GEREJA

1) Dasar dari Pembinaan Warga Gereja

Menurut Efesus 4:11-12, didalam segala pelayanan akan diberlakukan pembinaan warga gereja. Dari kegiatan tersebut mengandung arti dan tujuan yaitu untuk “...melengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, dan bagi pembangunan tubuh Kristus..” untuk itu PWG harus dipahami sebagai piranti untuk memberdayakan warga, dalam memenuhi tri-tugas panggilannya, yaitu bersekutu, bersaksi dan melayani. Matius 28:19 adalah dasar utama bagi tri-tugas panggilan Gereja pada umumnya, khusus dibidang misiologi dan PAK. Tetapi dalam PWG yang ditekankan adalah memampukan warga Gereja dalam melakukan segala sesuatu yang telah diperintahkan. Yang berarti bahwa, pelayanan agama Kristen akan diterjemahkan dalam kegiatan2 sosial politik dalam masyarakat sehari-hari. Maka sesuai dengan kemampuan dan kesanggupan dari para warga, diberikan tugas yang berbeda-beda(Ef 4:11). Semuanya dipanggil untuk menolong supaya setiap orang kudus diperlengkapi dalam pelayanan.

2) Ciri khas dari PWG

a. Keterbukaan, mampu berpikir kritis dan praktis, terbuka dengan pandangan orang lain
b. Kemandirian, mampu menerima orang lain, tetapi mempunyai harapan.
c. Oikumenis (oikumene), mampu berfikir implusif, tidak membeda-bedakan.
d. Awarness (menyadari) sadar sebagai umat tebusan.
e. Memiliki derajat konetivitas yang tinggi, mampu untuk bekerja sama dengan siapapun dan apa saja. Syarat utama dari kerjasama yang hakiki adalah perintah Yesus yang mengatakan, “kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”(Luk 10:27)
f. Mampu berfikir lugas, yaitu sikap yang kritis dan bertanggung jawab
g. Sikap dan semangat dialogis

3) Kedewasaan sikap warga dalam PWG

Adalah menjadi orang merdeka yang bebas untuk bertindak secara bertanggung jawab, baik di Gereja maupun di masyarakat selaku orang dewasa yang mempunyai pendirian teguh yang tidak akan dapat diombang ambingkan oleh permainan palsu manusia.

4) Yang saya ketahui tentang semangat dialogis dalam PWG adalah

Didalam PWG tidak ada istilah menggurui atau mengajari karena didalam PWG semuanya adalah sama, jadi menurut saya semangat dialogis dalam PWG adalah suatu komunikasi antar warga untuk untuk saling mengemukakan pendapatnya dan mencari kesepakatanya.

5) Aspek dasar teologis dan aspek teologis khusus dalam PWG

• Aspek teologis
Adalah Keterlibatan Allah dengan dunia ini. Kita tau bahwa dalam kejadian-kejadian didunia ini Allah selalu terlibat
Aspek ini muncul dari kesaksian Injil Yohanes yaitu Yoh 3:16,17
Inilah Firman Allah yang mensyahkan tugas Gereja kearah dan di tengah-tengah dunia, termasuk pelayanan orang kristen dan perlengkapan mereka untuk pelayanan itu. Dan kata-kata Yesus adalah pengakuan yang terutama. Dan ungkapan inilah yang tampil selaku garis merah dalam alkitab :
“pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi” (Kej 1:1).
“Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam didalamnya” (Mzm 24:1)
“bagian –bagian bumi yang palinh dalam ada ditangan-Nya, puncak gunung-gunungpun kepunyaaNya” (Mzm 95:4)
Masih banyaak bagian lain dalam Alkitab yang bisa kita temukan, yang menjelaskan keterlibatan Allah dengan dunia ini. Namun Firman Allah sebagai teks harus dipahami dalam konteksnya, karena firman itu kekal meski dunia ini berubah (Mhz 46:3)

• Aspek Teologi khusus
Istilah pembinaan memang memang tidak ditemukan dalam Alkitab. Tetapi yang berhubungan dengan itu kita dapati daalam Alkitab yang berbentuk “oikodomai” atau “bangunan”(1 Kor 3:9). Dari Alkitab kita dapat menyimpulkan bahwa Gereja adalah bangunan Allah yang dinamis yang terdiri dari batu-batu yang hidup yang didirikan diatas batu penjuru Yesus Kristus. Maksudnya ialah gereja sebagai bangunan Allah yang dinamis adalah kumpulan orang-orang kudus yang saling membangun iman mereka didalam Yesus sebagai dasarnya.

6) Fungsi dan peran PWG

PWG adalah piranti untuk memberdayaan bagi warga gereja menuju kearah pendewasaan iman, yang bertumbuh kearah kristus. PWG sebagai model pola pemberdayaan warga untuk mempertajam tujuan yang akan dicapai dalam PWG berdasarkan kerjasama yang bertanggung jawab dalamm menyelesaikan masalah yang kian bertumbuh menjadi dewasa.

7) Proses perwujudan Firman Allah secara Teologis.

Secara teologis Firman Allah terwujud melalui kehadiran Tuhan Yesus Kristus dalam dunia sebagai pembebas dan penebus dosa manusia. Firman yang telah menjadi manusia yaiu Yesus Kristus Yoh 1

8) Arti dan tujuan PWG bagi kehidupan warga menurut Rasul Paulus dalam Ef 4:12-13

Supaya manusia diperlengkapi dalam pekerjaan pelayanan. Termasuk juga pelayanan ke arah dan ditengah-tengah masyarakat. Contohnya pelayanan sosial dan juga partisipasi dibidang politik.
Supaya kita semua mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang anak Allah. Termasuk kesatuan secara oikumennis dari gereja sedunia. Kebenaran ini diungkapkan oleh rasul paulus dalam suratnya kepada jemaat dikolose”didalam Dialah tersembunyi segala hikmat dan pengetahuan

No comments:

Post a Comment